Seperti biasanya setiap pagi jam 06.30 aku berangkat dari rumah untuk menjemput anak-anak Sekolah dasar dari kelurga mapan untuk diantar ke sekolah mereka masing-masing. Dan membawa kembali kerumah sepulang sekolah, ditambah lagi antar jemput ketempat pengajian bagi anak-anak yang sekolahnya masuk siang hari.
Sehingga saya hanya punya kesempatan untuk mencari sewa sekedar uang minyak dan jajan sekolah anak-anak ku pada malam harinya.
Jam ditelepong gemgamku sudah menunjukkan jam 12 tengah malam, aku segera bergegas pulang agar besok pagi cepat bangun dan dapat melanjutkan kembali activitasku, sampai dirumah jam 00.25 , selesai membereskan beca kesanganku dan menyantap makan malam yang sudah disiapkan oleh istriku aku segera shalat Insya yang merupakan aktivitas ku yang terakhir setiap harinya sebagai wujud syukur kami kepada yang Kuasa, dan langsung merebahkan tubuh ku ketempat tidur.
Ditengah-tengah nikmatnya malam dan mimpi indah tiba-tiba aku terkejut dari tidur dikarnakan tidak lain Putriku yang nomor satu menjerit-jerit kesakitan entak apa sebab dan musababnya, dia menutupi kupingnya dan merintih-rintih.
Belum sempat aku dan ibunya tau kenapa dgn anak kami tiba-tiba darah mengalir dari lobang kupingnya. Seketika aku panik, istriku menenangkan.
Telpon mami, telpon mami katanya. Kuraih HP ku dari meja TV dimana aku pasang dengen Charge sesaat sebelum aku tidur tadi.
Kuhubungi nomor maminya yang tak lain Ibu ku sendiri, yang selama ini tempat aku mengadu satu-satunya baik saat seperti ini maupun saat aku gembira. Dialah satu-satu
Nya tempat aku mencurahkah semua keluh-kesah ku.
Walau telah larut malam dengen cepat ibuku menjawab telpon aku, Ada apa,kenapa dgn Riska nak? Ibuku bertanya dgn terkejut karna saat ibu mengangkat telpon Aku cuma mengatakan Riska,riska mak dia nangis dia kupingnya berdarah. Ibuku mengatakan mungkin ada semut atau binatang yang masuk, Coba kamu masuk kan minyak makan. Kalau tidak segera hilang rasa sakit Cepat bawa kerumah sakit, Ibu tinggu dirumah.
Aku menyadari memang Putriku harus segera mendapatkan penanganan medis dari RumaHSakit, tapi aku tersentak mengingat Pelayanan Rumah sakit Umum dikotaku selama ini yg tidak jelas dan asal-asalan ditambah dgn kartu jaminan Kesehatan yang tidak kami miliki, walau saat pendataan Keluarga kami termasuk di dalamnya. Tapi entah kenapa kami tidak pernah bisa mendapat kan itu sama sekali.
Dengen modal kekhawatira terhadap anak ku aku Mengatakan pada istriku,